Baru tahu hari ini, bukan NH aja yang keras kepala dalam memburu kekuasaan. Arifin Panigoro dan George Toisutta yang udah ditolak oleh FIFA, berencana akan tetap mencalonkan diri dalam pemilihan ketua umum PSSI.
Maka, jalan semakin terjal, kondisi makin tak menentu buat PSSI dan sepakbola Indonesia.
Tak dapatkah mengalah untuk kepentingan bersama?
Logika sederhana, apa tidak ada orang lain selain nama-nama tsb yang bisa memimpin PSSI?
Banyak orang pintar di Republik ini. Bukti konkretnya, ada saja komentator baru yang bermunculan, entah saat siaran sepak bola atau dialog politik.
Jadi, apa sih sebenarnya syarat yang sangat dibutuhkan untuk jadi ketum PSSI?
Apakah harus bermodal gede dulu?
The more I think about it, the more that I can`t bear.
I could lost my sanity…!
My sad Indonesia ….
